Hino 136 HD vs HDX: Apa Perbedaannya dan Mana yang Lebih Cocok?
Bagi pengusaha yang sedang mencari truk tangguh untuk kebutuhan bisnis, Hino 300 136 HD dan Hino 300 136 HDX merupakan dua pilihan yang menarik. Keduanya sama-sama menggunakan mesin 4.009 cc dan menawarkan tenaga 136 PS, tetapi memiliki karakter dan kebutuhan penggunaan yang berbeda.
Lalu, apa perbedaan Hino 136 HD vs HDX? Apakah HDX lebih unggul? Dan mana yang lebih cocok untuk usaha angkutan, konstruksi, perkebunan, maupun tambang?

Simak pembahasannya berikut ini.
Mengenal Hino 136 HD
Hino 300 136 HD merupakan truk ringan dengan GVW 8,6 ton yang ditujukan untuk berbagai kebutuhan bisnis, termasuk konstruksi, pertambangan, perkebunan, dan transportasi barang.
Hino menyebut 136 HD memiliki mesin common rail berkapasitas 4.009 cc dengan standar Euro 4 dan tenaga maksimum 136 PS. Model ini juga menggunakan transmisi manual RE50 5-percepatan. Hino merekomendasikan penggunaan bodi dump untuk kebutuhan pengangkutan seperti pasir, tanah, batu alam, batu bara, hingga kelapa sawit.
Dengan karakter tersebut, 136 HD cocok bagi pengusaha yang membutuhkan truk 6 roda dengan kemampuan kerja tangguh tetapi tetap berada di kelas light duty truck.
Lihat Spesifikasi Lengkap Hino 136 6.4
Mengenal Hino 136 HDX
Hino 136 HDX juga berada dalam keluarga Hino 300 Series, tetapi memiliki karakter yang lebih diarahkan untuk pekerjaan berat dan medan yang menantang.
Pada spesifikasi resmi Hino, 136 HDX menggunakan mesin N04C-WY 4 silinder berkapasitas 4.009 cc, Variable Nozzle Turbocharger, intercooler, dan common rail. Tenaga maksimumnya mencapai 136 PS pada 2.500 rpm, sedangkan torsi maksimum mencapai 40 kgm pada 1.400–2.500 rpm. GVW tercatat 8.600 kg.
Hino juga menyediakan varian 136 HDX 4×4, yang dilengkapi transfer case mechanical shifting dan rasio low 4×4 1:2,09 untuk mendukung kebutuhan di medan yang lebih sulit.
Lihat Spesifikasi Lengkap Hino 136 HDX 5.8 PTO
Perbedaan Hino 136 HD vs HDX
Secara sederhana, keduanya sama-sama memiliki tenaga 136 PS, tetapi karakter penggunaan dan konfigurasi kendaraannya berbeda.
| Perbandingan | Hino 136 HD | Hino 136 HDX |
|---|---|---|
| Seri | Hino 300 | Hino 300 |
| Kelas | Light Duty Truck | Light Duty Truck |
| Mesin | N04C-WY | N04C-WY |
| Kapasitas mesin | 4.009 cc | 4.009 cc |
| Tenaga maksimum | 136 PS | 136 PS |
| Torsi maksimum | 40 kgm | 40 kgm |
| GVW | 8,6 ton | 8,6 ton |
| Penggunaan | Angkutan, konstruksi, perkebunan, tambang | Pekerjaan berat & medan menantang |
| Karakter | Serbaguna | Lebih fokus pada pekerjaan berat |
| Pilihan 4×4 | Tersedia pada varian tertentu | Tersedia, termasuk 136 HDX 4×4 |
Catatan: spesifikasi dapat berbeda berdasarkan varian, konfigurasi penggerak dan aplikasi karoseri.
1. Mesin Hino 136 HD vs HDX
Menariknya, dari sisi mesin, keduanya memiliki basis yang sama.
Hino 136 HD dan 136 HDX menggunakan mesin N04C-WY berkapasitas 4.009 cc dengan tenaga maksimum 136 PS dan torsi 40 kgm.
Jadi, jika hanya melihat angka tenaga dan kapasitas mesin, keduanya terlihat sangat mirip.
Perbedaan utama justru perlu dilihat dari konfigurasi kendaraan, transmisi, final drive, penggerak, dan peruntukan operasionalnya.
2. Transmisi
Hino 136 HD yang diperkenalkan Hino menggunakan transmisi RE50 5-percepatan. Hino menyebut transmisi tersebut ditujukan untuk membantu kebutuhan akselerasi kendaraan.
Sementara spesifikasi 136 HDX pada laman produk Hino menggunakan transmisi RE61 6-percepatan. Rasio gigi pertamanya 6,370 dan gigi keenam 0,703.
Dengan demikian, konfigurasi transmisi menjadi salah satu perbedaan penting ketika membandingkan kedua model.
3. Kemampuan di Medan Berat
Jika kendaraan digunakan untuk jalan yang relatif baik, pekerjaan konstruksi, angkutan material, atau distribusi barang, 136 HD sudah dapat menjadi pilihan yang menarik.
Namun, apabila kendaraan harus menghadapi kondisi jalan yang lebih berat, berlumpur, berbatu, atau membutuhkan traksi ekstra, 136 HDX, terutama varian 4×4, menawarkan kemampuan yang lebih sesuai.
Pada 136 HDX 4×4, Hino menggunakan transfer case dengan pilihan High 4×4 dan Low 4×4, sehingga kendaraan dapat disesuaikan dengan kebutuhan medan.
4. Penggunaan untuk Pertambangan dan Konstruksi
Kedua model dapat digunakan untuk sektor konstruksi maupun pertambangan, tetapi pemilihan tipe sebaiknya disesuaikan dengan kondisi operasional.
Hino sendiri menyebut 136 HD sebagai pilihan untuk bisnis tambang, konstruksi, perkebunan dan transportasi angkutan barang. Untuk aplikasi tersebut, Hino merekomendasikan antara lain bodi dump.
Sementara 136 HDX menawarkan konfigurasi yang lebih berorientasi pada medan kerja berat. Bahkan Hino menyediakan 136 HDX 4×4 untuk kebutuhan yang memerlukan kemampuan penggerak empat roda.
5. Dimensi dan Bobot
Pada spesifikasi 136 HDX, Hino mencatat wheelbase 3.380 mm, panjang total 6.026 mm, lebar 1.955 mm, serta berat total kendaraan 8.600 kg.
Untuk 136 HDX 4×4, panjangnya tetap sekitar 6.026 mm, sedangkan tinggi kendaraan menjadi 2.365 mm dan GVW tetap 8.600 kg.
Perbedaan konfigurasi tersebut penting diperhatikan karena kendaraan dengan penggerak 4×4 umumnya memiliki kebutuhan komponen dan karakter operasional yang berbeda dibandingkan kendaraan 4×2.
Hino 136 HD Cocok untuk Siapa?
Hino 136 HD dapat menjadi pilihan bagi pengusaha yang membutuhkan truk untuk:
- Angkutan barang
- Pengangkutan material
- Konstruksi
- Perkebunan
- Pertambangan
- Angkutan pasir
- Angkutan tanah
- Angkutan batu
- Angkutan kelapa sawit
- Dump truck
Model ini menarik bagi pengusaha yang membutuhkan truk 6 roda dengan kemampuan kerja kuat dan penggunaan yang relatif serbaguna.
Hino 136 HDX Cocok untuk Siapa?
Sementara itu, Hino 136 HDX lebih menarik untuk kebutuhan yang menuntut ketangguhan dan kemampuan menghadapi medan kerja yang lebih berat.
Beberapa contoh penggunaannya antara lain:
- Pertambangan
- Perkebunan
- Konstruksi
- Pengangkutan material
- Dump truck
- Logging
- Operasional off-road
- Medan berlumpur dan berbatu
Hino juga menyediakan 136 HDX dalam aplikasi bak terbuka dan dump, sementara varian 4×4 memberikan kemampuan tambahan untuk medan sulit.
Mana yang Lebih Bagus, Hino 136 HD atau HDX?
Tidak tepat jika hanya mengatakan salah satunya lebih bagus.
Hino 136 HD lebih cocok apabila kebutuhan utama adalah truk serbaguna untuk angkutan material, konstruksi, perkebunan, pertambangan, dan transportasi barang.
Sedangkan Hino 136 HDX lebih cocok apabila pekerjaan membutuhkan karakter kendaraan yang lebih siap menghadapi medan berat, terlebih jika memilih varian 4×4.
Jadi, pilihan terbaik bergantung pada lokasi dan jenis pekerjaan.
Pilih Hino 136 HD jika:
✅ Mayoritas perjalanan di jalan on-road
✅ Membutuhkan truk serbaguna
✅ Menggunakan dump atau bak angkutan
✅ Mengangkut material konstruksi
✅ Membutuhkan truk untuk distribusi dan operasional bisnis
Pilih Hino 136 HDX jika:
✅ Sering bekerja di medan berat
✅ Membutuhkan traksi lebih baik
✅ Beroperasi di area perkebunan atau tambang
✅ Menghadapi jalan berlumpur, berbatu atau licin
✅ Membutuhkan opsi 4×4
Kesimpulan
Hino 136 HD vs HDX memiliki banyak kesamaan, terutama dari sisi mesin dan tenaga. Keduanya menggunakan mesin N04C-WY 4.009 cc dengan tenaga 136 PS dan torsi 40 kgm.
Perbedaan yang paling penting justru terletak pada konfigurasi kendaraan, transmisi, dan karakter penggunaannya.
Untuk kebutuhan angkutan dan pekerjaan yang lebih umum, Hino 136 HD bisa menjadi pilihan. Sedangkan untuk pekerjaan yang lebih berat dan medan yang menantang, Hino 136 HDX, khususnya varian 4×4, menawarkan kemampuan yang lebih sesuai.
Dengan memilih truk berdasarkan kebutuhan operasional, pengusaha dapat menghindari pembelian kendaraan yang terlalu kecil atau terlalu besar sehingga biaya investasi dan operasional bisa lebih efisien.
Lihat Juga [Hino 500 vs Hino 300]

